Saturday, November 15, 2008

Solo, dan batiknya


Batik pada masa lampau menjadi pakaian para Raja yang mencerminkan status sosialnya. Karena beberapa batik dibuat diluar lingkup keraton, batik mulai ditiru masyarakat. Solo yang juga terkenal dengan batiknya, memiliki 2 tempat pusat produksi batik yaitu kampung batik Laweyan dan Kauman. Mayoritas penduduk di kampung tersebut menggantungkan hidupnya dari batik. Sekarang kampung tersebut diperindah dan menjadi tempat wisata belanja tujuan para turis. Batik yang disediakan pun beraneka ragam dan corak. Batik yang paling berkualitas tentunya batik tulis, yang harganya relatif mahal. Namun hal tersebut wajar mengingat proses produksinya yang memakan waktu lama dan ketelitian yang tinggi.

Batik beberapa tahun belakangan ini berkembang pesat. Batik yang dulu identik dengan kesan tua formal sekarang malah menjadi tren atau gaya dimana para remaja tidak sungkan memakainya dalam kegiatan sehari-hari. Tentunya batik tersebut disesuaikan dengan perkembangan mode dan gaya masyarakat saat ini. Batik cap yang diproduksi secara massal dengan harga yang murah mendukung berkembangnya pemakaian batik di masyarakat kota Solo.

Diharapkan generasi muda juga mengetahui sedikit tentang batik, tentang nama coraknya maupunbagaimana pembuatannya. Menjamurnya batik di masyarakat semoga bukan hanya sesaat. Tetapi sampai masa depan, sebagai wujud pelestarian budaya Solo di saat fashion luar negeri mulai mempengaruhi fashion masyarakat Solo.

Saat ini di kampung batik laweyan sedang berbenah. Yaitu menjadikan rumah-rumah kuno yang masih memiliki bunker sebagai museum. Setidaknya ada lebih dari 10 rumah yang sedang diperbaiki. Hal ini mendapat tanggapan yang positif dari warga. Warga berharap dengan adanya museum-museum tersebut dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung dan berbelanja di kampung batik Laweyan.^^

(foto dari wisatasolo.com)

No comments:

Followers