Pada malam pergantian tahun (kalender Hijriyah), di Puro Mangkunegaran dilakukan kirab pusaka yang dimulai pukul 19.00 WIB. Sedangkan dari keraton kasunanan Surakarta juga dilakukan kirab, namun kirab tersebut dimulai pukul 24.00 WIB. Kirab juga di ikuti oleh kebo bule yang disebut Kyai Slamet. Kirab tersebut banyak disaksikan oleh warga Solo maupun wisatawan. Berbagai mitos berkembang di masyarakat mengenai kirab ini. Banyak warga rela berebut kotoran dari kebo dan membawanya pulang karena dipercaya dapat mendatangkan berkah. Oleh karena itu kebo bule dinanti masyarakat sejak malam menjelang.Syawalan

Sehari setelah Idul Fitri dilakukan proses pembagian ketupat di sungai Bengawan Solo. Dengan berpakaian adat Solo lengkap, mereka membagikan ketupat. Karena dipercaya dapat mendatangkan rejeki, masyarakat berebut ketupat tersebut.
Sekaten
Upacara adat ini dilakukan untuk memperingati Maulid (hari lahir) Nabi Muhammad. Puncak acara yaitu keluarnya sepasang gunungan dari masjid agung yang telah didoakan oleh ulama keraton. Masyarakat sangat antusias menunggu gunungan untuk berebut gunungan tersebut yang lagi-lagi dipercaya dapat mendatangkan kebahagiaan.^^(foto dari wisatasolo.com)

No comments:
Post a Comment