Walaupun bukan kota besar, di Solo kita dapat menemukan berbagai macam budaya. Budaya tersebut dipengaruhi oleh warga pendatang yang membawa serta kebudayaannya(berupa perilaku) yang tentu saja mempengaruhi lingkungan di sekitarnya.
Di Solo, kebudayaan asing yang masuk diterima dengan tangan terbuka, asalkan kebudayaan tersebut sesuai dengan norma dan adat yang berlaku di Solo. Masuknya keanekaragaman budaya sesungguhnya dapat memicu terjadinya gegar budaya dimana perbedaan budaya masyarakat tertentu tidak dapat diterima oleh kelompok masyarakat lainnya. Yang harus diwaspadai oleh masyarakat yaitu terjadinya konflik budaya. Hal ini dipengaruhi oleh etnosentrisme yang msih melekat pada sebagian suku, yaitu dimana suku tersebut memiliki prasangka buruk/ memandang rendah suku atau ras tertentu. Perlu dilakukan lintas komunikasi budaya, Bahasa Indonesia tentunya mempermudah hal tersebut.
Adaptasi dan toleransi masyarakat perlu dijaga, agar keanekaragaman budaya yang terjadi menjadi sesuatu yang indah, dan bukan menjadi pemicu perpecahan bangsa. Sebagai generasi muda kita dituntut untuk berfikir lebih cerdas dalam menanggapi perbedaaan budaya yang terjadi disekitar. Filterisasi atau penyaringan dapat dilakukan oleh masing-masing pribadi untuk memilah-milah budaya apa saja yang sesuai dengan lingkungan dengan tetap mengindahkan norma-norma yang berlaku dimasyarakat dan menjunjung tinggi persatuan bangsa.^^
Di Solo, kebudayaan asing yang masuk diterima dengan tangan terbuka, asalkan kebudayaan tersebut sesuai dengan norma dan adat yang berlaku di Solo. Masuknya keanekaragaman budaya sesungguhnya dapat memicu terjadinya gegar budaya dimana perbedaan budaya masyarakat tertentu tidak dapat diterima oleh kelompok masyarakat lainnya. Yang harus diwaspadai oleh masyarakat yaitu terjadinya konflik budaya. Hal ini dipengaruhi oleh etnosentrisme yang msih melekat pada sebagian suku, yaitu dimana suku tersebut memiliki prasangka buruk/ memandang rendah suku atau ras tertentu. Perlu dilakukan lintas komunikasi budaya, Bahasa Indonesia tentunya mempermudah hal tersebut.
Adaptasi dan toleransi masyarakat perlu dijaga, agar keanekaragaman budaya yang terjadi menjadi sesuatu yang indah, dan bukan menjadi pemicu perpecahan bangsa. Sebagai generasi muda kita dituntut untuk berfikir lebih cerdas dalam menanggapi perbedaaan budaya yang terjadi disekitar. Filterisasi atau penyaringan dapat dilakukan oleh masing-masing pribadi untuk memilah-milah budaya apa saja yang sesuai dengan lingkungan dengan tetap mengindahkan norma-norma yang berlaku dimasyarakat dan menjunjung tinggi persatuan bangsa.^^

No comments:
Post a Comment